Pages - Menu

Wednesday, June 25, 2014

Belajar Mencintai

Lihat Gambar

Sebenarnya belajar mencintai itu mudah-mudah gampang. Jika orang yang dekat dengan kita tulus hatinya, maka mencintainya mudah dan bertumbuh. Namun sebaliknya, jika tidak ada ketulusan untuk memberi lebih, maka akan banyak tuntutan dan kekecewaan.

Meskipun kami baru setahun pernikahan, namun kami masih terbilang awal untuk mengenal kata mencintai. Tapi, menurutku ini hal yang wajar karena dalam membangun rumah tangga membutuhkan kebersamaan yang lebih lama dan setahun bukan waktu yang cukup. Dan kami membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk lebih saling mengenal, saling memahami dan saling mengerti..

Dalam sebuah keluarga, terkadang ada orangtua untuk memahami anaknya tidak cukup setahun, melainkan bertahun-tahun. Bahkan sampai usianya dewasa pun belum tentu memahami satu anggota dengan anggota lainnya, bagaimana kami yang baru satu tahun. Mudah-mudahan langgeng terus dan senantiasa dalam keridhoan Allah SWT. Aamiin

Oia, tulisan ini merupakan refleksiku setahun pernikahan. Ternyata memang tidak mudah menikah itu, baik sebelum maupun sesudahnya. Memang secara formalitas mudah, klo mentok kitanya tidak punya biaya berlebih ya datang aja ke KUA,  biaya disana lebih murah dan secara hukum agama Islam sudah sah. Sayangnya, zaman sekarang sudah menjadi sebuah “gengsi”  jika pernikahan diadakan di KUA saja tanpa ada hiburan dan resepsi yang bisa meraup kocek yang tidak sedikit. Padahal esensi pernikahan bukanlah pada resepsinya melainkan pada ikrar janji suci yang terkemas dalam akad nikah. Dalam islam, untuk mengungkapkan rasa syukur Rasul pun mencontohkan untuk mengadakan syukuran (sederhana) sehingga saudara, sahabat dan orang lain pun merasakan kebahagiaan yang dirasakan sepasang pengantin.
Pernikahan adalah tempatnya membangun cinta dan kasih yang sudah terlegalisasi baik dimata Allah SWT maupun dimata manusia. Merajut cinta dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun hingga sampai pada masa cinta itu menjadi sebuah ruh yang saling berkaitan dan saling memahami.

Belajar mencintai itu bagaikan sebuah benih  pohon yang sedang ditanam, untuk menjadi pohon yang besar pasti membutuhkan waktu, kesabaran dan saling support mulai dari akar, batang, daun dan ranting. Hingga sampailah pada suatu masa pohon itu menjadi besar dan menghasilkan buah-buahan yang bisa bermanfaat bagi oranglain serta dapat  memberikan oksigen bagi kehidupan. Begitu pun dalam sebuah pernikahan...

”Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.”(HR. Baihaqi).



No comments:

Post a Comment