Pages - Menu

Wednesday, June 25, 2014

Belajar dari Bayi


Ada seorang guru berkata bahwa di dunia ini  ada dua orang yang selalu bahagia yaitu bayi dan orang gila. Mengapa? Karena kita jarang melihat mereka galau ataupun memikirkan masalah (bener ga yaa.. hehe..^^).

Tapi beneran lho, Alhamdulillah dirumah ada dua bayi dan selama saya bermain dengannya yang selalu tampak dari wajah mereka adalah senyuman dan senyuman, terkadang menangis tapi tangisan itu sebagai bukti komunikasi kita dengan mereka. Melihat tawa dan rasa ingin tahu yang tinggi dari seorang bayi sangat luarbiasa. Jika sedang memiliki masalah yang menurutmu besar, bermainlah dengan seorang bayi, pasti akan menemukan senyuman yang membuat kita tak sadar bisa tersenyum lagi,, (coba deh, hehe^^)

Dan jika ingin melihat orang yang belum memiliki dosa, lihatlah seorang bayi.. dari pancaran matanya menunjukkan ketulusan dan tak memiliki beban, seolah dalam pikirannya adalah kebahagiaan..

Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, mereka bersih dan serba ingin tahu..
Namun, sayangnya di negara kita tidak semua tahu dalam mengembangkan potensi anak sejak bayi, sehingga terkadang ada sebagian orangtua yang masih mendidik anak-anaknya dengan kebiasaan “kolot” dan berkaca pada pendidikan orangtua dulu pada dirinya. Sebenarnya hal itu baik, namun lebih baik lagi para orangtua lebih “melek” lagi dalam mendidik anak-anaknya karena dunia sekarang semakin canggih dan maju. Jika para orangtua masih mendidik anak-anak nya dengan yang biasa maka kedepannya kemungkinan besar, anaknya akan menjadi anak yang biasa saja.

Para orangtua yang berlomba-lomba untuk menjadikannya anaknya bintang (penyanyi, penari, pemusik, akademik) sedangkan terlupakan untuk menjadi bintang dalam keimanan (penghafal qur’an, qori’, juara kaligrafi). Sebenarnya itu hak orangtuanya, karena orangtua pasti memiliki harapan besar pada anaknya, dan insyaAllah pasti orangtua memiliki harapan yang baik meskipun  terkadang kurang memperhatikan efeknya.

Melihat tingkah laku dua keponakan yang masih bayi, semakin menyadari bahwa hidup ini sebenarnya ringan. Cukup kita tersenyum dalam menghadapi setiap masalah di depan dan bertumpu pada iman padaNYA. ..
Sungguh senyum seorang bayi itu tulus dan ringan, tak ada prasangka, tak ada kebohongan apalagi kemunafikan. Semuanya ikhlas dari hati..

Setulusa sayang untuk keponakan-keponakan tersayang,,
_Rangga Prata Yuga, Khanza Rizkia Putri, Dasga Pra Yuga_

No comments:

Post a Comment