Pages - Menu

Wednesday, June 25, 2014

Belajar Mencintai

Lihat Gambar

Sebenarnya belajar mencintai itu mudah-mudah gampang. Jika orang yang dekat dengan kita tulus hatinya, maka mencintainya mudah dan bertumbuh. Namun sebaliknya, jika tidak ada ketulusan untuk memberi lebih, maka akan banyak tuntutan dan kekecewaan.

Meskipun kami baru setahun pernikahan, namun kami masih terbilang awal untuk mengenal kata mencintai. Tapi, menurutku ini hal yang wajar karena dalam membangun rumah tangga membutuhkan kebersamaan yang lebih lama dan setahun bukan waktu yang cukup. Dan kami membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk lebih saling mengenal, saling memahami dan saling mengerti..

Dalam sebuah keluarga, terkadang ada orangtua untuk memahami anaknya tidak cukup setahun, melainkan bertahun-tahun. Bahkan sampai usianya dewasa pun belum tentu memahami satu anggota dengan anggota lainnya, bagaimana kami yang baru satu tahun. Mudah-mudahan langgeng terus dan senantiasa dalam keridhoan Allah SWT. Aamiin

Oia, tulisan ini merupakan refleksiku setahun pernikahan. Ternyata memang tidak mudah menikah itu, baik sebelum maupun sesudahnya. Memang secara formalitas mudah, klo mentok kitanya tidak punya biaya berlebih ya datang aja ke KUA,  biaya disana lebih murah dan secara hukum agama Islam sudah sah. Sayangnya, zaman sekarang sudah menjadi sebuah “gengsi”  jika pernikahan diadakan di KUA saja tanpa ada hiburan dan resepsi yang bisa meraup kocek yang tidak sedikit. Padahal esensi pernikahan bukanlah pada resepsinya melainkan pada ikrar janji suci yang terkemas dalam akad nikah. Dalam islam, untuk mengungkapkan rasa syukur Rasul pun mencontohkan untuk mengadakan syukuran (sederhana) sehingga saudara, sahabat dan orang lain pun merasakan kebahagiaan yang dirasakan sepasang pengantin.
Pernikahan adalah tempatnya membangun cinta dan kasih yang sudah terlegalisasi baik dimata Allah SWT maupun dimata manusia. Merajut cinta dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun hingga sampai pada masa cinta itu menjadi sebuah ruh yang saling berkaitan dan saling memahami.

Belajar mencintai itu bagaikan sebuah benih  pohon yang sedang ditanam, untuk menjadi pohon yang besar pasti membutuhkan waktu, kesabaran dan saling support mulai dari akar, batang, daun dan ranting. Hingga sampailah pada suatu masa pohon itu menjadi besar dan menghasilkan buah-buahan yang bisa bermanfaat bagi oranglain serta dapat  memberikan oksigen bagi kehidupan. Begitu pun dalam sebuah pernikahan...

”Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.”(HR. Baihaqi).



Duhai Malam..

Lihat Gambar

Langit malam ini masih mengguyurkan rintik mutiaranya..
Bening, sejuk, hingga memberi kedinginan dalam kesunyian..
Ku pandangi langit, tak ada bintang..
Bulan pun tak terlihat jelas cahayanya..
Langit pun mencekam karena hiasannya tertutupi kabut malam..

Duhai malam,,
Betapa dinginnya kau malam ini..
Mengingatkan ku pada jejak-jejak sejarah kisahku beberapa tahun silam..
Meraba waktu yang enggan berhenti untuk sekedar menjawab masa depan..

Malam…
Betapa indahnya dirimu..
Karena engkau membawaku dalam kesendirian..
Bersama sang Khaliq kekasih pujaan..
Meski raga lelah, hati gundah dan mata basah..
Terasa indah beriring doa yang terpanjat untuk orang-orang tersayang..

Duhai malam..
Sampaikan ku pada perjumpaan di sepertigamu..
Dalam keadaan terbaik perjumpaan denganNya..
Bangunkan ku, dikala keheninganmu menyelimutiku..
Biarkan ku bertemu denganNya..
Meskipun sebatas dalam kenikmatan sujud ku..

Malam..
Berikan penjagaanmu padaku..
Agar kelak hatiku mampu menjadi penerang dikala kegundahan menyapa..
Hidupkan ku dalam keheningan malammu…

Duhai malam.. bawa ku bersama mu...

Dunia Baru

Lihat Gambar
Berjalan dalam dunia baru..
Menemukan keberagaman warna kehidupan..
Dunia baru, tidaklah selamanya menakutkan..
Ada sosok baru menggantikan sosok yang lama,,
Ada harapan baru dan semangat baru ,,
Semuanya berganti seiring dengan perubahan waktu,pendewasaan dan takdir kita di dunia..
Masih ingatkah, saat kita berusia 5 tahun? Di jam yang sama, sedang apakah? Dengan siapa? Apakah orang tersebut masih ada denganmu?
Menjawab pertanyaan ini, pastinya akan menimbulkan beragam jawaban,,
Jika masih ada sosok itu, beruntung sekali,, dan bahagiakanlah mereka.. Namun, jika sudah tidak tau keberadaanya atau telah wafat,, mendoakan adalah lebih baik untuk mereka..
Hidup ini memang selalu baru,, bukankah 1 detik kedepan adalah waktu yang baru..?
Seiring dengan berjalannya waktu, terkadang kita sering melupakan diri kita sendiri yang tumbuh dan mengalami perubahan..
Jika merasa ada yang berubah, maka itulah bukti kehidupan..
ada yang datang, ada pula yang pergi..
semuanya silih berganti, dan memberi catatan perjalanan hidup..
tekanan, kesakitan, senyuman,keberhasilan,, silih berganti mendewasakan diri..
teringat pada seorang penceramah yang berkata bahwa sebenarnya, hidup ini simpel.. dalam agama kita, sudah ditentukan jelas tujuan hidup seorang muslim yaitu keridhoanNYA pedoman hidup kita sudah jelas, Al Qur’an.. Tauladan kita pun sudah ada nyatanya dalam sejarah, Rasulullah saw.. Dan dermaga terakhir kehidupan kita pun sudah ditentukan yaitu kampung akhirat,, Surga dan neraka pun sudah ada sebelum kita dilahirkan,, Semuanya sudah ada jauh jauh hari sebelum kita dilahirkan,,
Tetapi tak ada yang bisa menjalaninya dengan lurus,,bahkan seorang nabi dan rasul pun,,
Bagaimana dengan kita, yang hanya seorang manusia biasa penuh dosa???
Pastinya dalam hidup selalu ada rintangan, tantangan dan hambatan..
semuanya ada dalam mengisi kanvas kehidupan..
Bukankah, kanvas terlihat indah jika digambar dengan penuh warna berbeda, dan berkelak kelok, bahkan yang abstrak dapat menghasilkan nilai tinggi dibandingkan dengan gambar yang hanya berisi garis lurus dan tak berwarna?
Begitu pun dengan kehidupan..
Selamat menemukan dunia baru, sambut dengan penuh senyuman tulus dan keramahan..
Persolek diri dengan cantiknya keimanan..
Perindah dengan akhlak dan amalan..
Ingat, satu detik setelah ini adalah baru,,
Maka berikan semangat baru yang lebih dan lebih,,
karena setiap detik kita adalah baru..
Selamat datang di dunia baru yang lebih semangat,, Lebih nyata, lebih gigih, lebih kuat, lebih optimis, lebih cerdas...

"untukNya yang tak pernah lelah menjagaku, untukNya yang begitu ikhlas memberiku nafas kehidupan, untukNya yang begitu sabar membimbingku dalam jatuh bangunnya keistiqomahan, untukNya yang tak pernah bosan mendengar rintihan penyesalan, untukNya yang menungguku dalam pengharapan menjadi insan terbaik saat perjumpaan denganNya,, Ku ingin berubah ya Allah, ridhoi langkahnya, kuatkan imannya, sabarkan dalam keistiqomahannya.." aamiin

Duhai kaum lelaki, Aku bangga padamu..

Lihat Gambar
Duhai kaum lelaki, Aku bangga padamu..

Kau dicipta lebih awal dariku, karena kau ada maka aku pun ada..

Meskipun namamu tidak menjadi nama surat dalam surat cintaNya seperti namaku, namun aku tetap bangga padamu..

Sejak lahir kau telah siap menerima amanah menjadi lelaki yang siap bertanggungjawab untuk hidupmu, keluargamu dan keluarga kecilmu kelak..

Beranjak dewasa kau jaga kehormatan dengan sikap bijak dan keimanan..

Tidak sedikit waktu yang kau sisihkan untuk keluarga dan membahagiaan orangtua dengan segudang prestasi, sehingga mereka bangga padamu..

Menyisihkan sedikit demi sedikit uang dari usaha sendiri untuk memberikan hadiah pada orang tua, sungguh aku bangga padamu..

Duhai kaum lelaki, aku bangga padamu..

Sungguh aku iri, karena tidak ada alasan untukmu tidak berhenti shalat sehingga sedikit peluangmu untuk futur sepertiku, oleh karena itu aku butuh bimbinganmu..

Duhai kaum lelaki, aku bangga padamu..

Saat kau memutuskan untuk membina rumah tangga dengan seorang wanita, tentunya  amanahmu semakin besar, namun engkau menerimanya sebagai bukti iman..

Berikhtiar dengan sedaya upaya mewujudkan cita yang dibina, lelah dilupakan, lapar ditahan, doa dipanjangkan,, semua engkau lakukan untuk sebuah cita generasi kedepan..

Duhai kaum lelaki, aku bangga padamu..

Di sela waktu sibukmu, tetap saja kau ingat pada Tuhan yang tak pernah tidur, maka engkau selalu berlaku jujur dan zuhud..

Dalam menghadapi permasalahan, engkau menghadapi dengan tenang, cukup dengan berdiam diri dan shalat, maka kau temukan jawabannya..

Dalam menghadapi kegetaran finansial, maka kau berikhtiar segala cara, siang malam diterjang hanya untuk tanggungjawab besar keluarga kecilmu..

sakit jarang kau alami, karena sugestimu lebih besar untuk selalu sehat dan tentunya dibarengi dengan pola makan yang baik..

Memimpin dengan penuh tanggungjawab dan iman, dua hal itu yang mendasarimu dalam mengemban amanah besar itu..

Duhai kaum lelaki, betapa aku bangga padamu..

Dirumah kau memimpin dengan hati, diluar kau bijak dan ramah dengan orang lain, sehingga tidak aneh jika kau dikenal banyak orang karena senyum tulusmu..

Siang kau bersungguh-sungguh menjemput rizki, malam kau bersungguh-sungguh beribadah, bersujud berdoa dan bersimpuh dengan memanjangkan sujudmu..

Maha Suci Allah, aku bangga padamu..

Terimakasih ya Allah, Engkau berikan seroang ayah yang membuatku bangga padanya,,,

Doa Sahabat...

Lihat Gambar

Sahabatku..
Aku..
berbeda dengan mereka, yang ada saat kau sedih
berbeda dengan mereka, yang ada saat kau butuh
berbeda dengan mereka, yang ada saat kau bahagia

Namun, ketahuilah..
Karena kita berbeda, maka memberi warna
Dimanapun kau berada, doaku selalu menyertaimu
Selalu merasakan keberadaanmu dalam hariku
Selalu merasakan canda, tawa dan ceriamu
Selalu merasakan semangat juangmu dalam meraih mimpi-mimpimu
Semua cerita itu ku simpan rapat dalam memori terindah saat ku mengenalmu

Dan ku..
Berharap selalu ada untukmu
Berharap selalu ada saat kau sedih
Berharap selalu ada saat kau terjatuh
Berharap menjadi benteng saat cacian hidup menimpamu
Berharap menjadi pohon yang memberikan keteduhan bagimu
Berharap menjadi pagi yang selalu memberikan semangat baru setiap harimu
Dan merasakan kebahagiaan saat kau bahagia

Namun, ku berbeda dengan mereka..
Mereka yang sudah mengenal mu jauh..
Meskipun ku baru bagimu..
Baru dalam menjalin persahabatan denganmu..
Baru setelah sekian tahun kita dilahirkan..
Namun, semua…
Terasa lama.. bagiku..
Kisah yang pernah kita ukir, seolah menguatkan ikatan hati
Ku sangat bahagian menjadi orang yang pernah mengenalmu
Dan berharap saat mata ini menutup tuk yang terakhir kali, orang yang ada disampingku adalah dirimu

Sahabatku..
Mohon maafkan aku, yang belum menjadi sahabat terbaikmu..
Dimanapun dirimu,, kisah kita tak akan pernah hilang..
Meski usia, zaman dan waktu berganti memisahkan kita..
Kisahmu, tentangmu,,, tak akan pernah hilang dalam sejarah hidupku..
Terimakasih untuk semua kasihmu..

Di penghujung hari, ku titipkan salam dan doa pada setiap malam agar dirimu selalu dalam keterjagaan oleh-NYA..
Hingga kelak, kita berkumpul kembali di Jannah-NYA..InsyaAllah
Salam Cinta dan Sayang,,
Sahabatmu.. :)

Belajar dari Bayi


Ada seorang guru berkata bahwa di dunia ini  ada dua orang yang selalu bahagia yaitu bayi dan orang gila. Mengapa? Karena kita jarang melihat mereka galau ataupun memikirkan masalah (bener ga yaa.. hehe..^^).

Tapi beneran lho, Alhamdulillah dirumah ada dua bayi dan selama saya bermain dengannya yang selalu tampak dari wajah mereka adalah senyuman dan senyuman, terkadang menangis tapi tangisan itu sebagai bukti komunikasi kita dengan mereka. Melihat tawa dan rasa ingin tahu yang tinggi dari seorang bayi sangat luarbiasa. Jika sedang memiliki masalah yang menurutmu besar, bermainlah dengan seorang bayi, pasti akan menemukan senyuman yang membuat kita tak sadar bisa tersenyum lagi,, (coba deh, hehe^^)

Dan jika ingin melihat orang yang belum memiliki dosa, lihatlah seorang bayi.. dari pancaran matanya menunjukkan ketulusan dan tak memiliki beban, seolah dalam pikirannya adalah kebahagiaan..

Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, mereka bersih dan serba ingin tahu..
Namun, sayangnya di negara kita tidak semua tahu dalam mengembangkan potensi anak sejak bayi, sehingga terkadang ada sebagian orangtua yang masih mendidik anak-anaknya dengan kebiasaan “kolot” dan berkaca pada pendidikan orangtua dulu pada dirinya. Sebenarnya hal itu baik, namun lebih baik lagi para orangtua lebih “melek” lagi dalam mendidik anak-anaknya karena dunia sekarang semakin canggih dan maju. Jika para orangtua masih mendidik anak-anak nya dengan yang biasa maka kedepannya kemungkinan besar, anaknya akan menjadi anak yang biasa saja.

Para orangtua yang berlomba-lomba untuk menjadikannya anaknya bintang (penyanyi, penari, pemusik, akademik) sedangkan terlupakan untuk menjadi bintang dalam keimanan (penghafal qur’an, qori’, juara kaligrafi). Sebenarnya itu hak orangtuanya, karena orangtua pasti memiliki harapan besar pada anaknya, dan insyaAllah pasti orangtua memiliki harapan yang baik meskipun  terkadang kurang memperhatikan efeknya.

Melihat tingkah laku dua keponakan yang masih bayi, semakin menyadari bahwa hidup ini sebenarnya ringan. Cukup kita tersenyum dalam menghadapi setiap masalah di depan dan bertumpu pada iman padaNYA. ..
Sungguh senyum seorang bayi itu tulus dan ringan, tak ada prasangka, tak ada kebohongan apalagi kemunafikan. Semuanya ikhlas dari hati..

Setulusa sayang untuk keponakan-keponakan tersayang,,
_Rangga Prata Yuga, Khanza Rizkia Putri, Dasga Pra Yuga_

Semangat Perubahan

Lihat Gambar

Kurangkai mimpi indah saat bulan masih merenda malam..

Terangkai dalam alunan harapan yang penuh dengan bintang..

Menari dalam buaian rindu pada dunia masa depan..

Semuanya berawal dari harapan..

Saat setapak demi setapak terjalankan..

Semakin menyadari bahwa mimpi kan menjadi kenyataan..

Seolah dunia memberikan senyuman terindahnya dalam ketidakjelasan..

Yang dulu ketakutan, kini menjadi keberanian..

Yang dulu keputusasaan, kini menjadi kepercayadirian..

Itulah perjalanan..

Tak ada yang instan…

Dan semua butuh pengorbanan…

Dan hanya pengorbanan yang dibaluti dengan ketulusanlah yang akan menjadi buah karya terindah bagi umat kedepan…

Wahai Dunia, ku tahu dirimu dekat denganku saat ini…
Namun, kematianku sangat lebih dekat dari urat leherku..
Dan Tuhanku sedang menunggu untuk berjumpa membawa karya amal terbaikku..
Biarlah dirimu hanya ada dalam genggaman tanganku, BUKAN dalam hatiku..

Dan  berharap mimpi itu tak hilang seiring dengan pergantian malam yang menandakan ketiadaan bulan…

_Semangat Perubahan_

Ukhuwah itu Cantik


Ukhuwah itu cantik..
Secantik mutiara yang tersimpan dalam kerang..
Kokoh, kuat dan tak terguncangkan karena berada pada wadah yang tepat..

Ukhuwah itu berbeda..
Karena beda antara kita membuat  jalinan ini terasa indah..
Karena tujuan yang sama antara kita, maka kita pun dipertemukan..
Karena berjuta kekurangan antara kita, maka kita disatukan..

Ukhuwah itu merindu..
Merindu dalam asa denga satu tujuan..
Merindu dalam jiwa yang jarang bersua..
Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak  menjadi kepompong dan menyendiri..
Berdiri malam-malam.. menangis dalam diam.. bersujud dalam-dalam..
Bertafakur bersama iman yang menerangi hati..
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari…
Melantunkan kebaikan diantara bunga..
Menebar keindahan pada dunia..
Melukis pelangi karya bersama..

Lalu dengan rindu, kita kembali kedalam dekapan ukhuwah..
Mengambil cinta dari langit dan membakarkannya dibumi..
Mengambil cahayanya, hingga terpancarlah dan saling menerangi antara satu dengan lainnya..
Menyatu dalam rangkaian demi rangkaian doa hingga terajut menjadi jala percepatan kebaikan..

Dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi dan sekokoh janji
Dalam dekapan ukhuwah kita melangkah…

Dan akan lebih terasa indah saat kita  berbeda..
Proses pengenalan antara satu dengan lainnya..
Hingga tumbuh berkembang dan saling menjaga karenaNya..

Sahabatku, teriring doa selalu kupanjatkan untukmu.. Tetap lah berjuang di medan sana..
Semoga Allah senantiasa meridhoi langkah kita bersama dalam memberikan kemanfaatan di bumi-NYA..
Salam cinta dan rindu hingga kita berjumpa di mimbar bercahaya terindah di jannahNya.. (aamiiin)

Istiqomah dalam kecantikan yang hakiki, cantik karena Ilahi... :)

Kaya Hati

Ba’da Basmalah, kuawali menulis hari ini..

Sudah lama tak menulis, jadi membuatku kangen dan ingin menarikan kembali jari-jari tangan ini di atas kumpulan huruf-huruf keyboard.. *lebay dikit, hehe
Ingin sedikit berbagi pengalaman kemarin siang saat aku dan suami pulang dari Bandung. Kebetulan rambut suami sudah cukup “jabrig” dan saatnya potong rambut.. sudah menjadi kebiasaannya saat ku mintai potong rambut, ia selalu berwajah musam, “lagi trend, sayang!” jawabnya. Namun setelah ku mencoba sedikit memakasa, akhirnya mau hehe..

Siang itu, pertama kalinya aku menunggu suami potong rambut. Disela-sela menunggu ku lihat keahlian sang pencukur rambut yang cukup telaten namun sedikit lunglai. Namun, ada yang berbeda saat aku lihat wajah suamiku, ia terlihat muram “ah, mungkin ia masih marah karena enggan di potong rambutnya.” Pikirku. Namun ternyata karena hal lain yaitu takut sang pencukur salah menempatkan gunting rambutnya karena sesampai kami disana tukang cukurnya baru bangun tidur dan masih terlihat gak fokus, hihi..

15 menit sudah ku menunggu, ternyata belum kelar juga. Ku mencoba melihat keluar ruangan karena menurutku ada yang menarik. Ada seorang bapak yang sedang memunguti sampah plastik dan kertas. Tanpa rasa jijik dan malu, bapak itu memunguti sampah dari satu rumah ke rumah lain kemudian memasukkannya ke dalam karung yang sudah disiapkan. Mungkin bagi Bapak itu, kumpulan sampah plastik dan kertas itu bagaikan gundukan emas yang siap di jual demi menghidupi keluarganya. sampah yang kebanyakan orang dianggap menjijikan dan bau, dimata Bapak itu adalah kumpulan nafkah untuk keluarganya. Kasihan?

Tak perlu dikasihani, yang harus dikasihani adalah diri kita sendiri. Sudahkah kita menjadi orang yang berdaya, bermanfaat, dan  taat di mataNya? Karena boleh jadi, Bapak itu lebih bermanfaat dan banyak amal ibadahnya karena telah memberikan nafkah dengan cara yang halal dan membantu dalam mengatasi persoalan sampah yang saat ini masih menjadi masalah besar.

Sukses kah bapak itu?
Kesuksesan bukan dilihat dari profesi dan harta. Boleh jadi bapak itu lebih sukses dan lebih kaya (hati), mungkin harta pas-pas an, namun kekayaan hati itu lebih mahal dari segalanya. Apa itu kaya hati?
Lihat Gambar
Kekayaan yang selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, selalu merasa qona’ah (puas) dengan yang diperoleh dan selalu ridho atas ketentuan Allah.
Dalam riwayat Ibnu Hibban, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam memberi nasihat berharga kepada sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas). (HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim) (dikutip dari rumaysho.com)

Kaya hati yaitu kekayaan yang tumbuh bersamaan dengan iman, ikhlas, sabar, dan pantang menyerah. Kekayaan yang berdampak pada pergaulan di lingkungan, diterima masyarakat, jauh dari ujub, ria dan takabur.

Dan hari itu, aku kembali belajar untuk menyeimbangkan dalam memiliki kekayaan hati, ilmu dan harta..
Mudah-mudahan kita mampu menggapai semuanya Lillahita’ala.. aamiin yaa Robbal’alamiin


Wednesday, June 11, 2014

Bros





Harga : Rp 15.000





Harga : Rp 10.000










Harga : Rp 15.000



 Harga : Rp 5.000






Harga: Rp 20.000






Harga : 10.000






Harga : Rp 5.000





Harga : Rp 20.000






Harga : Rp 15.000


























Harga : Rp 5.000








Harga : Rp 5.000






Thursday, May 15, 2014

sejumput rindu Ramadhanku...



Ramadhan...
Bulan yang dinanti karena keberkahannya..
Bulan yang penuh rahmat dan kasih sayang-NYA..
Bulan yang setiap detiknya menjadi ibadah dan pahala yang melimpah..
Bulan yang setiap niatnya dilipatgandakan menjadi kebaikan..
Bulan yang setiap nafasnya dijadikan amalan tasbih kebaikan pada-NYA..
Bulan yang setiap doa-doa yang terlantun pasti akan dikabulkan oleh-NYA..
Bulan yang setiap tilawahnya dilipatgandakan pada setiap huruf pada Al-Qur’an  yang dibaca..
Bulan yang tidurnya menjadi ibadah berlipat, apalagi jika diisi dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat…
Bulan yang setiap  kebaikan dilipat gandakan 10,100 ataupun bahkan 10000 kali kebaikan..
Bulan yang dirindu para ahli ibadah karena curahan kebaikan dan keberkahan Allah didalamnya..
Bulan penuh kebaikan dan obral pahala dari Yang Maha Pemurah..

Dekat dan semakin dekat,,mulai terasa akan hari demi hari penuh kemenangan..

Ramadhan..
Kini bulan cinta itu pun segera akan tiba..
Bulan penuh kasih sayang dan keberkahan dari sang pemilik Cinta..
Bulan penuh ampunan dan ujian dari sang pemilik kemenangan..

Ramadhan..
Bulan ujian kesabaran dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah pada-NYA..
Bulan ujian dengan kegiatan diluar kebiasaan…
Bulan ujian, namun memberikan kebaikan..
Ramadhan itu pun semakin dekat..dekat sekali..
Tinggal menghitung hari, bedug  gema Ramadhan itu pun bersiap membahana di seluruh penjuru bumi..

Sejumput rindu padamu, Ramadhan...
merindu akan keberkahan di dalamnya, namun ku malu jika ku tak siap bertemu denganmu..
Ya Rabb, jadikan hari demi hari kami semakin pantas hingga sampai pada bulan cinta, penuh berkah dan kasih-Mu, Ramadhan..


@Desa_Seribu_Padi_